KEPALA PUSKESMAS
Kepala Puskesmas




Cara Menyuntik Yang Baik Dan Benar

Pada artikel kali ini, saya mencoba berbagi ilmu mengenai teknik injeksi / penyuntikan. Kenapa saya mengangkat artikel ini, bukan lain karena beberapa pengalaman yang saya dapatkan di lapangan. Di mana saya mendapatkan banyaknya keluhan dari beberapa orang yang merasakan berbagai macam gejala setelah mereka disuntik / injeksi.

Sebenarnya jenis injeksi ini ada beberapa macam, a.l : Intramuscular (im), Intradermal (id), Subcutaneus (sc), Intracutaneus (ic), Intravenous (iv), Intra-arterial (ia), Intraperitoneal (ip), intraartikuler (ia), dll. Namun yang akan saya jelaskan sedikit pada artikel ini hanya yang lazim dilakukan saja, yaitu :
1. Injeksi Intra Vena (IV)
2. Injeksi Intra Muscular (IM)
3. Injeksi Subcutaneus (SC/SK)
4. Injeksi Intracutaneus (IC/IK)

Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut tentang cara / teknik penyuntikan, mungkin ada baiknya kalau terlebih dahulu saya jelaskan sedikit mengenai proses injeksi.
Injeksi adalah memasukkan sediaan steril dalam bentuk larutan, emulsi ataupun serbuk yang harus dilarutkan lebih dahulu sebelum digunakan, dengan cara disuntikkan.
Pada umumnya Injeksi dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat proses penyerapan (absorbsi) obat sehingga efek obat dapat diperoleh dengan lebih cepat.

Hal-hal yang SANGAT PERLU diperhatikan sebelum melakukan injeksi :

  1. Penderita yang akan disuntik tidak memiliki alergi terhadap obat yang akan disuntikkan
  2. Jenis spuit dan jarum yang akan digunakan
  3. Jenis dan dosis obat yang akan diinjeksikan
  4. Tempat injeksi
  5. Efek obat yang akan diberikan setelah dilakukan injeksi
  6. Resiko pemberian injeksi

Berikut ini penjelasan mengenai beberapa prosedur injeksi :

A. INJEKSI INTRA VENA (IV), adalah memasukkan sejumlah zat/cairan ke dalam sistem peredaran darah melalui vena dengan menggunakan jarum suntik.
Injeksi dalam pembuluh darah menghasilkan efek tercepat dalam waktu 18 detik, yaitu waktu satu peredaran darah, obat sudah tersebar ke seluruh jaringan. Tetapi, lama kerja obat biasanya hanya singkat. Cara ini digunakan untuk mencapai penakaran yang tepat dan dapat dipercaya, atau efek yang sangat cepat dan kuat. Tidak untuk obat yang tak larut dalam air atau menimbulkan endapan dengan protein atau butiran darah.

Bahaya injeksi intravena adalah dapat mengakibatkan terganggunya zat-zat koloid darah dengan reaksi hebat, karena dengan cara ini “benda asing” langsung dimasukkan ke dalam sirkulasi, misalnya tekanan darah mendadak turun dan timbulnya shock. Bahaya ini lebih besar bila injeksi dilakukan terlalu cepat, sehingga kadar obat setempat dalam darah meningkat terlalu pesat. Oleh karena itu, setiap injeksi i.v sebaiknya dilakukan amat perlahan, antara 50-70 detik lamanya.

Resiko injeksi iv :

  • Infeksi : terutama oleh Staphylococcus aureus dan Candida albicans
  • Phlebitis : iritasi vena bukan karena infeksi bakterial
  • Infiltrasi : zat yang disuntikkan masuk ke jaringan sekitar.
  • Embolism : gumpalan darah, massa padat atau udara menyumbat pembuluh darah, terutama pada pemberian central iv. Udara sebanyak 30 ml dapat mengancam sirkulasi darah. Jika sekaligus banyak, maka dapat merusak sirkulasi pulmonal dan mengancam jiwa. Udara yang sangat besar (3-8 ml/kgBB) dapat menghentikan jantung.
  • Terganggunya zat-zat koloid darah dengan reaksi hebat, karena dengan cara ini “benda asing” langsung dimasukkan ke dalam sirkulasi, misalnya tekanan darah yang mendadak turun sehingga menimbulkan shock. Bahaya ini lebih besar bila injeksi dilakukan terlalu cepat, sehingga kadar obat setempat dalam darah meningkat terlalu pesat. Oleh karena itu, setiap injeksi i.v sebaiknya dilakukan amat perlahan, antara 50-70 detik lamanya.

Lokasi penyuntikan iv : (penderita boleh duduk atau berbaring)

  • v. mediana cubiti
  • v. basilica
  • v. antebrachial medianus
  • v. cephalica

Prosedur penyuntikan iv :

  1. Palpasi daerah lengan atau fossa cubiti untuk menentukan lokasi dan memilih vena.
  2. Gunakan jarum paling tipis (JARUM NO.30) atau WING NEEDLE (no. 27). Bila jenis produk yang digunakan LEBIH dari 1, disarankan untuk memasukkan satu per satu secara BERGANTIAN dengan wing needle (Pangkal wing needle dapat dipisahkan dengan spuit TANPA harus MELEPAS jarum)
  3. Pada akhir proses persiapan, DORONG pompa spuit sampai CAIRAN KELUAR SEDIKIT untuk memastikan seluruh UDARA dalam tabung spuit sudah keluar.
  4. Pasang manset tourniquet sekeliling lengan atas.
  5. Bersihkan kulit tempat menyuntik dengan kapas alkohol.
  6. Lokasi penyuntikan ditahan dengan ibu jari penyuntik, kemudian mulai tusukkan jarum suntik syringe secara hati-hati.
  7. Tusukkan jarum syringe sejajar dengan kulit (1-5 derajat) sambil menyusur vena yang akan ditusuk.
  8. Pastikan jarum masuk CUKUP DALAM (minimal 1 cm) untuk memastikan masuknya jarum sudah sejajar dengan posisi pembuluh darah.
  9. Tarik perlahan pendorong syringe dan lakukan aspirasi untuk memeriksa apakah jarum syringe yang kita tusukkan sudah benar masuk ke pembuluh vena atau belum. Jika tampak darah, berarti jarum sudah menembus vena. Jika masih belum tampak darah, susuri sampai berhasil.
  10. Jika sudah tampak darah, lepaskan tourniquet lalu injeksikan cairan dalam syringe dengan cara menekan pendorong syringe secara perlahan (sesuaikan dengan obat yang akan dimasukkan).
  11. Setelah cairan dalam syringe sudah habis, cabut jarum perlahan kemudian kulit bekas tusukan tekan dengan hati-hati dengan kapas alkohol, kemudian boleh ditutup dengan plester.

B. INJEKSI INTRA MUSCULAR (IM), adalah memasukkan sejumlah zat/cairan ke dalam otot dengan menggunakan jarum suntik.
Cairan yang digunakan biasanya dalam jumlah kecil, antara 0,5-10 cc.
Proses absorsi obat biasanya diperoleh dalam waktu 10-30 menit. Guna memperlambat reabsorbsi dengan maksud memperpanjang kerja obat, seringkali digunakan larutan atau suspensi dalam minyak, umpamanya suspensi penisilin dan hormone kelamin.
Rute IM memungkinkan absorbsi obat yang lebih cepat daripada rute SC karena pembuluh darah lebih banyak terdapat di otot.

Resiko injeksi im :

  • Obat injeksi tidak masuk dalam lapisan otot (karena penggunaan jarum suntik yang pendek)
  • Obat injeksi masuk dalam pembuluh darah
  • Nyeri bekas tempat penyuntikan
  • Jaringan saraf terkena jarum suntik

Lokasi penyuntikan IM :

  • m. Vastus Lateralis , pada sepertiga tengah paha bagian luar. Volume injeksi ideal antara 1-5 ml (untuk bayi antara 1-3 ml).

  • m. Rectus Femoris, sepertiga tengah paha bagian depan. Volume injeksi ideal antara 1-5 ml (untuk bayi antara 1-3 ml).

  • Ventrogluteal (m. gluteus medius), letakkan tangan kanan Anda di pinggul kiri pasien pada trochanter major (atau sebaliknya). Posisikan jari telunjuk sehingga menyentuh SIAS. Kemudian gerakkan jari tengah Anda sejauh mungkin menjauhi jari telunjuk sepanjang crista iliaca. Maka jari telunjuk dan jari tengah Anda akan membentuk huruf V. Suntikkan jarum di tengah-tengah huruf V itu. Volume injeksi ideal antara 1-4 ml.

  • Dorsogluteal (m. gluteus maximus), gambarlah garis imajiner horizontal setinggi pertengahan glutea , kemudian buat dua garis imajiner vertical yang memotong garis horizontal tadi pada pertengahan pantat pada masing-masing sisi. Suntiklah di regio glutea pada kuadran lateral atas. Volume injeksi ideal antara 2-4 ml.

  • m. Deltoideus (sisi luar LENGAN ATAS), jarum disuntikkan kurang lebih 2,5 cm tepat di bawah tonjolan acromion. Volume injeksi ideal antara 0,5-1 ml

Prosedur penyuntikan im :

  1. Bersihkan kulit tempat menyuntik dengan kapas alkohol
  2. UKURAN jarum yang ideal adalah NO.23.
  3. Pada akhir proses persiapan, DORONG pompa spuit sampai CAIRAN KELUAR SEDIKIT untuk memastikan seluruh UDARA dalam tabung spuit sudah keluar.
  4. Pegang daerah kulit dan otot yang akan disuntik kemudian tusukkan jarum suntik dalam posisi 90° atau tegak lurus, tindakannya harus tepat dan cepat.
  5. Pastikan jarum MASUK sampai HABIS, agar jarum dapat sampai ke jaringan otot
  6. Setelah jarum sepenuhnya masuk, lepaskan pegangan tangan anda
  7. Tarik perlahan pendorong syringe dan lakukan aspirasi untuk memeriksa apakah jarum syringe yang ditusukkan masuk ke pembuluh darah atau tidak. Jika tampak darah, jarum segera dicabut dan daerah bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol. Lalu lakukan injeksi di lokasi lain dengan menggunakan jarum baru. Jika tidak ada darah, masukkan obat secara perlahan-lahan sesuai dengan jenis obat yang digunakan.

C. INJEKSI SUB CUTAN (SC), adalah memasukkan sejumlah zat/cairan ke bawah kulit dengan menggunakan jarum suntik.
Cairan yang disuntikkan biasanya dalam jumlah kecil (0,5 – 1 ml).
Injeksi SC dapat dilakukan hanya dengan obat yang tidak merangsang dan melarut baik dalam air atau minyak.
Efeknya tidak secepat injeksi intramuscular atau intravena. Mudah dilakukan sendiri, misalnya injeksi insulin pada penyakit Diabetes Mellitus.
Pastikan bahwa lokasi injeksi bebas dari infeksi, lesi kulit, jaringan parut, tonjolan tulang, otot dan saraf besar.

Resiko injeksi SC :

  • Kumpulan obat dalam jaringan dapat menimbulkan abses steril yang tak tampak seperti gumpalan yang mengeras
  • Nyeri di bawah kulit.

Lokasi penyuntikan SC :

  • Bagian luar lengan atas
  • Anterior paha
  • Abdomen : dari batas bawah kosta sampai krista iliaka
  • Daerah scapula di punggung atas

Prosedur Penyuntikan SC :

  1. Bersihkan kulit tempat akan dilakukan penyuntikan dengan kapas alkohol
  2. Ukuran jarum yang ideal adalah NO.26
  3. Pada akhir proses persiapan, DORONG pompa spuit sampai CAIRAN KELUAR SEDIKIT untuk memastikan seluruh UDARA dalam tabung spuit sudah keluar.
  4. Pegang daerah kulit yang akan disuntik, kemudian tusukkan ujung jarum suntik dalam posisi miring 45° (tanpa dicubit), dan 90° (bila lemak tipis sehingga perlu dicubit).
  5. Jika jarum sudah masuk semuanya, lepaskan pegangan tangan anda
  6. Jika yakin bahwa jarum sudah masuk di ruang subcutaneus, larutan dalam syringe boleh diinjeksikan
  7. Setelah larutan semuanya sudah diinjeksikan, jarum dicabut perlahan-lahan dan kulit daerah bekas tusukan ditekan dengan menggunakan kapas alkohol.
  8. Walaupun injeksi boleh dilakukan 2X SEMINGGU, pastikan untuk MEROTASI lokasi suntik sehingga tiap lokasi hanya disuntik SEKALI SEMINGGU.
  9. Jumlah maximal yang boleh disuntikkan per titik adalah 1 CC/TITIK

D. INJEKSI INTRA CUTAN (IC) / INTRA DERMAL, adalah memasukkan sejumlah zat/cairan ke dalam kulit / epidermis di bawah stratum corneum dengan menggunakan jarum suntik.
Injeksi intracutan pada umumnya digunakan untuk uji kulit tes alergi obat.
Dalam uji kulit, harus diperhatikan perubahan warna dan integritas kulit. Lokasi penyuntikan harus bersih dari luka dan relatif tidak berbulu.

Lokasi penyuntikan IC :

  • 1/3 lengan bawah bagian dalam
  • Punggung bagian atas.

Resiko injeksi IC :

  • Kumpulan obat dalam jaringan dapat menimbulkan abses steril yang tak tampak seperti gumpalan yang mengeras
  • Nyeri di bawah kulit.

Prosedur Penyuntikan IC :

  1. Bersihkan kulit tempat akan dilakukan penyuntikan dengan kapas alkohol
  2. Mudah-mudahan artikel di atas dapat bermanfaat.
  3. Ukuran jarum yang ideal adalah NO.26
  4. Ambil obat untuk tes alergi kemudian larutkan atau encerkan dengan aquades (cairan pelarut), kemudian ambil 0.5 cc dan encerkan lagi sampai kurang lebih 1 cc
  5. Pada akhir proses persiapan, DORONG pompa spuit sampai CAIRAN KELUAR SEDIKIT untuk memastikan seluruh UDARA dalam tabung spuit sudah keluar.
  6. Tegangkan daerah kulit yang akan disuntik dengan ibu jari dan jari telunjuk, kemudian tusukkan ujung jarum suntik dalam posisi miring 15-20° dengan permukaan kulit.
  7. Jika jarum sudah masuk semuanya, lepaskan pegangan tangan anda
  8. Jika yakin bahwa jarum sudah masuk di ruang intrakutan, larutan dalam syringe boleh diinjeksikan sampai terjadi gelembung akibat obat yang dimasukkan
  9. Setelah larutan semuanya sudah diinjeksikan, jarum dicabut perlahan-lahan dan kulit daerah bekas tusukan dibiarkan tanpa adanya penekanan / massage.


Mudah-mudahan artikel di atas dapat bermanfaat.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

KASUBAG TATA USAHA
Kasubag Tata Usaha

STAF PUSKESMAS

PENDAFTARAN PASIEN :
HARI
JAM
Senin-Kamis
07:30-11:30
Jumat
07:30-10:00
Sabtu
07:30-11:00
JAM KANTOR :
HARI
JAM
Senin-Kamis
07:30-14:30
(Istirahat)
12:00-13:00
Jumat
07:30-11:00
Sabtu
07:30-13:00
ARTIKEL BLUD

PKM KBJ MESSENGER

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru Puskesmas Kembang Janggut secara gratis

Ketikkan Email Anda




error: Hayoo...Mau Ngapain ???